fbpx

Era Baru Ekosistem Perbankan: Tingkatkan Keuntungan Lewat Kolaborasi

‘Pengaplikasian digitalisasi secara luas’, sebuah ungkapan yang oleh banyak orang dalam industri perbankan akan didefinisikan sebagai momen perubahan penting. Sebagai contoh salah satu perusahaan raksasa layaknya Microsoft sebagai penyedia teknologi yang mendukung transformasi industri keuangan pada era ini mendefinisikan kesuksesan untuk layanan keuangan yang menghadapi tantangan digitalisasi dalam dekade mendatang, tergantung pada :

“Seberapa baik pelaku penyedia layanan keuangan mengubah ‘bisnis seperti biasa’ dengan teknologi untuk menciptakan nilai baru, menjadi mitra yang sangat diperlukan dalam jaringan yang semakin saling tergantung dan rantai nilai kompleks yang melintasi batas-batas bisnis dan industri.”

Untuk mempertahankan keunggulan kompetitif, perusahaan harus merangkul model bisnis baru yang menggabungkan kelincahan dan keamanan dengan kepercayaan yang ada di strategi mereka. Walaupun industri perbankan selalu dapat beradaptasi dalam era disrupsi, namun era disrupsi ini telah meningkat secara signifikan dalam dekade terakhir. Atau, seperti yang dinyatakan Microsoft, “ketika perubahan terjadi dengan cepat, keadaan secara menyeluruh sering kali diabaikan”.

Salah satu strategi yang memungkinkan untuk membangun kembali kepercayaan nasabah adalah ‘customer-facing ecosystems‘. Bank yang menawarkan pengalaman terintegrasi dan kontekstual ini akan melampaui kebutuhan keuangan tradisional dan memenuhi kebutuhan pelanggan yang lebih luas. Bank mendukung nasabah mereka, menjadi sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari nasabah.

Kembali ke digitalisasi yang luas dalam ekosistem perbankan, ada beberapa pendorong yang mempercepat penyebaran teknologi ini dan transisi menuju ekosistem yang lebih customer-facing seperti sikap pelanggan yang memengaruhi permintaan untuk proposisi yang terintegrasi, teknologi, pesaing serta regulasi. Salah satu contohnya dari point regulasi adalah misalnya dengan munculnya fintechs, Bank menghadapi tantangan dalam aspek regulasi, “Fintech startups, khususnya yang berbasis cloud dan jauh lebih sedikit dibatasi oleh persyaratan peraturan (regulatory requirements) dan biaya berkelanjutan yang tidak berhubungan dengan pendapatan (legacy costs).

Agar tetap sukses dengan ekosistem perbankan digital yang terus meningkat, perlunya perubahan budaya dan pola pikir dalam hal kolaborasi dan kemitraan. Elemen-elemen inti ekosistem perbankan perlu memusatkan perhatian mereka agar tetap kompetitif di tengah-tengah fintech dan pendatang baru meliputi:

Data: Menguasai data dan memanfaatkan terobosan dalam teknologi seperti platform cloud, kemampuan analitis, dan augmented intelligence, dapat menciptakan tingkat keterlibatan pelanggan dan efisiensi operasional yang tidak terbayangkan sebelumnya. Ini dapat dilakukan dengan menggunakan alat pemasaran yang cerdas untuk mengubah data menjadi wawasan yang dapat ditindaklanjuti.

Pengalaman: Nasabah semakin mencari pengalaman intuitif, yaitu mitra yang memahami kebutuhan mereka dan dapat mengantisipasi ketika bantuan mereka dibutuhkan. Data, hubungan, dan kepercayaan adalah aset paling berharga untuk mempertahankan keunggulan kompetitif. Menciptakan ekosistem platform terpercaya akan membantu memberikan layanan yang tanpa batas, andal, dan aman.

Seperti halnya Branchless.id yang menghadirkan Layanan Bank+ untuk berkolaborasi dengan industri Perbankan dalam rangka mendukung program OJK untuk mencapai keuangan inklusif di Indonesia, yaitu kondisi dimana setiap anggota masyarakat mempunyai akses terhadap berbagai layanan keuangan formal yang berkualitas, mudah, aman dan terjangkau sesuai dengan kebutuhan. Tak hanya menghadirkan layanan perbankan yang lebih dekat dengan masyarakat, Branchless.id juga menawarkan berbagai solusi perbankan digital lainya untuk mendukung percepatan bisnis perbankan. (pelajari lebih lanjut)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top