fbpx

Tingkatkan Keamanan dan Fleksibilitas dengan Hybrid Cloud Architecture

Pesatnya perkembangan teknologi yang terjadi dari waktu ke waktu menuntut para pengembang teknologi berlomba – lomba untuk melakukan riset demi menemukan teknologi terbaru. Salah satunya adalah perkembangan teknologi pada arsitektur, dengan menggunakan teknologi arsitektur Hybrid Cloud (Hybrid Architecture). Apakah yang dimaksud dengan teknologi Hybrid Cloud?

Hybrid Cloud merupakan teknologi arsitektur yang menggunakan kombinasi on premis dan cloud premis, dengan begitu biaya operasional pada arsitektur bisa di atur dengan baik.

Beberapa kelebihan dari Hybrid Cloud Architecture adalah :

  1. Keamanan
    Faktor keamanan menjadi sebuah pilihan untuk menerapkan teknologi Hybrid Architecture. Sebagai ilustirasi beberapa kebijakan bank atau lembaga keuangan melarang data nasabah diletakkan di luar premis bank karena faktor keamanan. Oleh sebab itu solusi ini ditawarkan dengan membagi menjadi software platform diletakkan di on cloud kemudian terhubung ke data nasabah yang berada di premis bank
  2. Role IT
    Kelebihan lain yaitu memudahkan administrator dalam mengatur tugasnya, sebagai contoh administrator bank hanya bertanggung jawab terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan premis, namun untuk cloud bisa diserahkan ke pihak lain. Dengan begitu pembagian tugas dan penyelesaian masalah bisa lebih cepat
  3. Kecepatan
    Kecepatan pemindahan data bisa dilakukan secara cepat, karena teknologi sekarang memiliki banyak karakteristik koneksi

Dibalik segala kelebihan sebuah teknologi, pastinya ada kekurangan yang miliki begitu juga dengan Hybrid Cloud Architecture, yaitu dibidang pengawasan terutama jika ada kesalahan terhadap data maka tanggung jawab tersebut ada pada pemilik premis. Terlepas dari kelebihan dan kekuranganya, teknologi ini juga memiliki tantangan tersendiri.Hybrid Cloud Architecture dapat menghadirkan tantangan teknis, bisnis, dan manajemen. Beban kerja cloud pribadi harus mengakses dan berinteraksi dengan penyedia cloud publik, sehingga cloud hybrid memerlukan kompatibilitas API dan konektivitas jaringan yang solid.

Dibutuhkan knowledge yang tidak sedikit terutama dibidang integrasi, arsitektur dan koneksi. Jika tidak memiliki resource maka ini akan menjadi kendala. Selain itu, salah satu kunci untuk membuat Hybrid Cloud Architecture yang sukses adalah memilih lapisan hypervisor dan software cloud yang kompatibel dengan cloud publik yang diinginkan, memastikan interoperabilitas yang tepat dengan Application Programming Interface (API) dan layanan cloud publik.

Hybrid Cloud Architecture dapat menjadi solusi yang tepat untuk perusahaan yang membutuhkan fleksibilitas. Ini dapat terjadi ketika perusahaan memiliki basis klien yang beragam dengan persyaratan keamanan, peraturan, dan pemrosesan yang berbeda. Dalam “iklim” peraturan yang ada saat ini, dapat dikatakan teknologi ini sangat relevan. Hybrid Cloud Architecture juga merupakan solusi yang baik untuk perusahaan yang ingin melakukan pendekatan strategis karena mencegah dari terkunci atau terpaku hanya pada satu vendor. Seperti halnya Bank+ yang menawarkan kemudahan berintegrasi dengan vendor apapun, sehingga Bank dan vendor dapat terintegrasi dengan lebih cepat dengan teknologi yang digunakan oleh Bank+. Tak hanya menjamin kemudahan dan kecepatan, teknologi yang digunakan Bank+ juga fokus terhadap sisi keamanan. Untuk diketahui, dalam hal pengamanan data, cloud computing memiliki enkripsi tertentu, penggunaan enkripsi ini sangat penting terlebih bagi perusahaan yang bergerak di ranah digital dan memerlukan keamanan tingkat tinggi. Contohnya saja perusahaan di bidang perbankan ataupun finance, bayangkan saja bila jaringan atau sistem perusahaan tersebut tudak memiliki enkripsi yang mumpuni, tentu saja akan berpotensi timbulnya kerugian yang tidak sedikit. Ingin tahu lebih banyak tentang fitur Bank+ yang dapat mendukung percepatan bisnis Anda? Pelajari lebih lanjut

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top