fbpx

Vitalnya Fee Based Income Bagi Perbankan di Era Digital

Digitalisasi yang terjadi saat ini membuat kompetisi di dunia perbankan  menjadi semakin ketat, masif dan intensif. Pihak Bank dituntut untuk lebih inovatif dalam menarik dan menjaring nasabah secara maksimal guna meningkatkan jumlah transaksi. Melalui “Fee Based Income” sebagai alternatif yang memiliki potensi memberikan keuntungan tambahan bagi Bank, kini mulai banyak “dilirik”. Fee Based Income sendiri adalah pendapatan operasional non bunga yang diperoleh Bank sebagai fee/komisi atas jasa-jasa keuangan yang telah diberikan kepada nasabah. “Fee Based Income” dinilai mampu mengatasi tekanan terhadap kemampuan bank dalam mencetak laba, tekanan pada rasio kredit bermasalah serta penurunan margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM). 

Bentuk upaya Bank dalam meningkatkan jumlah transaksi serta menjaring nasabah lebih luas  salah satunya  dengan menghadirkan inovasi perbankan melalui layanan yang ditawarkan kepada masyarakat, tujuanya tentu untuk mendorong pertumbuhan fee based income. Dari berbagai upaya yang dilakukan Bank, diantara adalah  melakukan penambahan jenis produk layanan jasa seperti  layanan keuangan tanpa kantor (Branchless Banking). Branchless Banking dinilai efektif meningkatkan fee based income karena jenis layananya yang mampu menjangkau masyarakat lebih luas, bahkan di daerah pelosok sekalipun, melalui kerjasama dengan Agen, Bank dapat menjangkau potensi pelanggan dengan lebih mudah.

Hal tersebut terbukti dengan pencapaian yang diraih oleh beberapa Bank penyelenggara Laku Pandai (Branchless Banking) di Indonesia. Dikutip dari CNN Indonesia, transaksi layanan keuangan tanpa cabang (Laku Pandai) milik BRI yaitu BRILink telah mengalahkan jumlah transaksi dari 42 penyelenggara uang elektronik. Berdasarkan data dari Bank Indonesia, Pada tahun 2019, transaksi ke-42 penyelenggara uang elektronik hanya mencapai Rp 186,5 T. Sedangkan BRILink telah mencapai angka Rp 673 T. Selain itu, pada tahun 2019 Fee based Income milik BNI meningkat sebesar 75% setelah menyelenggarakan layanan keuangan tanpa cabang (Branchless Banking).

Peningkatan jumlah transaksi per-tahun serta peningkatan fee based income yang dihasilkan oleh Bank Besar penyelenggara branchless banking menjadi bukti nyata bahwa pengadaan branchless banking dapat dikatakan sangat menjanjikan untuk mendukung bisnis perbankan dalam memperluas jaringan nasabah serta mendukung pemerintah dalam menciptakan inklusi keuangan.

Sebagai Fintech Company di Indonesia, Branchless.id siap membantu Bank dalam menghadirkan Layanan Branchless Banking untuk masyarakat melalui Bank+. Platform Bank+ dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan, dapat langsung plug and play dengan sistem core banking apapun. Menjaring calon nasabah dan meningkatkan jumlah transaksi Bank kini lebih mudah dengan biaya rendah. Dapatkan informasi lebih lanjut tentang Bank+ dan berbagai fiturnya disini

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top